Membaca Sebagai Akumulasi Kapital

Sebenarnya saya menginginkan obrolan sore itu berjalan lebih dialektis ketimbang jadi pengajian mungil. Bisa dibilang juga itu semacam lokakarya menulis privat, saya sebagai pemateri dibayar Indocaffe dan sebatang-dua batang Garpit, dengan judul “Taktik Menulis dan Cara Memonetisasi Bacaanmu di Era Kapitalisme Lanjut” atau “Rahasia Lihai Menulis: Bagaimana Membaca, Memelihara Kucing dan Melebarkan Koneksi Orang Dalam … More Membaca Sebagai Akumulasi Kapital

Mengapa Siapa Saja Menulis?

Semua penulis itu besar mulut, egois, dan malas, dan motif terdalam mereka mengandung sebuah misteri. Menulis buku adalah perjuangan yang mengerikan dan melelahkan, seperti pergulatan panjang dengan suatu penyakit begitu nyeri. Seseorang tidak akan menulis kalau bukan karena dorongan suatu kuasa iblis, yang tidak dapat dipungkiri atau dimengerti oleh orang lain. George Orwell, Kenapa Saya Menulis, 1946 Menulis … More Mengapa Siapa Saja Menulis?

Balada Esais Bau Kencur

Kebanyakan artikel Tirto kalau dibaca rasanya kayak novel terjemahan. Rasa Zen RS. Rasa Catatan Pinggir. Rasa daftar pustaka yang dibikin berbunga-bunga. Serbuan komentar pada satu produk tulisan saya. Yang asyik dari adanya media sosial adalah timbulnya polusi notifikasi; meningkatnya nafsu berkomentar sekaligus munculnya rasa haus untuk melihat komentar-komentar tadi – bahkan berlanjut untuk menimpali komentar … More Balada Esais Bau Kencur

Bocah Dunia Ketiga yang Menyuntuki Penulis Kulit Putih

Perempuan itu mendapat surat dari kepala redaksi Alfred Knopf, berisi pujian atas cerpennya dan berharap bakal menerbitkan novelnya suatu saat, tulisnya dalam jurnal hariaannya, yang dimampatkan dalam buku berjudul The Unabridged Journals of Sylvia Plath. Saya menutup aplikasi pembaca ebook, membuka Twitter. Linimasa ramai, mengalir tanpa jeda. Menggulirkan sampai bawah, saya menandai sebuah tautan artikel … More Bocah Dunia Ketiga yang Menyuntuki Penulis Kulit Putih