Persahabatan Mematikan Mishima dan Kawabata

Persahabatan yang intim antara Yukio Mishima (1925-1970) dan Yasunari Kawabata (1899 – 1972) berada di sanubari skena sastra Jepang dalam dekade-dekade pasca perang, atau begitulah tampaknya. Sampai kemunculan Haruki Murakami sebagai superstar sastra internasional pada tahun 1990an, Mishima dan Kawabatalah yang mendefinisikan apa yang dipikirkan orang saat mereka mempertimbangkan novel Jepang modern. Mishima – yang … More Persahabatan Mematikan Mishima dan Kawabata

Ayam dan Penari, Yasunari Kawabata

Seorang penari mengepit seekor ayam – meskipun tengah malam si penari niscaya tidak mau. Bukan ia sendiri yang memeliharanya. Ibunya yang memelihara ayam itu. Jika seandainya ia menjadi penari yang terkemuka mungkin ibunya takkan mau lagi memelihara ayam. * “Kami akan bersenam telanjang di atas atap rumah.” Mendengar itu ibunya terkejut. “Bukan hanya satu-dua orang. … More Ayam dan Penari, Yasunari Kawabata

Penari Izu, Yasunari Kawabata [3/3]

5 Anak wayang itu masing-masing membawa barang-barang yang mereka bawa ketika melalui Puncak Amagi. Dalam pelukan tangan si ibu anak anjingnya meletakkan kaki depan, nampak seperti sudah biasa bepergian. Setelah melalui Yugano kami memasuki gunung. Matahari pagi di atas laut menghangatkan punggung gunung itu. Kami memandang ke arah matahari pagi itu. Di muara Kawazu terbentang … More Penari Izu, Yasunari Kawabata [3/3]